Wednesday, November 15, 2017

Implementasi Sistem AI Dalam Diagnosis Kerusakan Pada Hardware Komputer

Permasalahan:
Kerusakan perangkat keras (hardware) pada komputer sering kali dialami oleh pengguna komputer. Masalah pada hardware umumnya timbul karena usia perangkat, aus, ketidakstabilan tegangan listrik, kecerobohan pemakai, pemakaian yang tidak menurut prosedur, dan lain sebagainya. Kurangnya kepedulian pengguna komputer terhadap penggunaan komputer sekaligus rendahnya pengetahuan pengguna mengenai perangkat komputer itu sendiri menjadi akar permasalahannya. Pemilik perangkat komputer hanya peduli terhadap tugas pemakaiannya saja, sehingga masalah teknis akan diserahkan pada seorang teknisi. Padahal tidak semua perbaikan komputer harus didampingi oleh seorang teknisi untuk membantu menyelesaikan permasalahan teknis. Ketika komputer mengalami kerusakan pengguna akan mengeluarkan biaya yang tidak sedikit hanya untuk memperbaiki kerusakan, padahal kerusakan tersebut belum tentu rumit dan masih memungkinkan untuk diperbaiki sendiri.



Solusi:
Seorang mahasiswa dari Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura melakukan penelitian tugas akhir untuk permasalahan diagnosa untuk kerusakan komputer. Dalam penelitian tersebut maka dirancang suatu sistem yang dapat menghasilkan pengetahuan dan pengalaman seperti seorang teknisi dalam menangani kerusakan pada komputer. Sistem yang dibangun berdasarkan dari kasus-kasus kerusakan komputer yang pernah ditangani oleh teknisi. Data kasus tersebut berupa gejala kerusakan yang dialami oleh pengguna.

Untuk mendapatkan solusi yang tepat, maka kasus-kasus permasalahannya harus diidentifikasi. Untuk mengenali masalah dan mendapatkan solusi yang tepat harus dilakukan pengecekan kemiripan terhadap permasalahan baru yang dialami pengguna dengan permasalahan yang terdapat di database. Untuk itu diperlukan metode pencarian yang lebih fleksibel dengan kemampuan yang dapat mendeskripsikan masalah, mencari permasalahan/informasi yang mirip didalam database, menggunakan pertanyaan-pertanyaan agar mendapatkan fokus dua permasalahan yang paling mirip, dapat memberikan solusi berdasarkan permasalahan yang paling mirip serta dapat beradaptasi terhadap kasus baru untuk menemukan solusi. Kemampuan tersebut merupakan ciri ciri dari Case Based Reasoning (CBR).

Sistem dibangun khusus untuk mendiagnosis kerusakan hardware komputer dengan menggunakan penalaran berbasis kasus atau disebut dengan Case Base Reasoning (CBR). Penalaran berbasis kasus ini menggunakan metode jaccard coefficient sebagai metode penghitungan similaritas. Metode tersebut merupakan satu cara untuk menghitung similaritas dua objek (items) yang bersifat biner. Perhitungan similaritas digunakan untuk menghasilkan nilai apakah ada kemiripan atau tidak antara kasus baru dengan kasus yang telah ada di basis kasus”. Penelusuran yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan cara membandingkan fitur antara fitur kasus baru dengan fitur kasus yang ada dibasis kasus, kemudian hasil perbandingan tersebut akan dihitung similaritasnya. Fitur yang digunakan adalah berupa gejala kerusakan komputer. Perbandingan fitur menggunakan biner yaitu 1 untuk menyatakan ada gejala dan 0 untuk menyatakan tidak ada gejala.

Hasil keluaran dari sistem ini adalah bagian kerusakan, jenis kerusakan dan solusi kerusakan yang mengadopsi pada kasus-kasus sebelumnya. Berdasarkan hasil pengujian validasi terhadap 30 data kasus, terdapat 8 kasus yang memiliki nilai similaritas kurang dari 1, dengan demikian tingkat keberhasilan sistem adalah 73.33%.

Referensi:
Annisa. (2017). Diagnosis Kerusakan Komputer Menggunakan Metode Similarity Jaccard Coefficient. Pontianak: Universitas Tanjungpura.
Supriyanto, A., 2005. Merakit, Mengupgrade dan Mengatasi Masalah PC. Graha ilmu, Yogyakarta


No comments:

Post a Comment