Permasalahan:
Kerusakan perangkat keras
(hardware) pada komputer sering kali dialami oleh pengguna komputer. Masalah
pada hardware umumnya timbul karena usia perangkat, aus, ketidakstabilan
tegangan listrik, kecerobohan pemakai, pemakaian yang tidak menurut prosedur,
dan lain sebagainya. Kurangnya kepedulian pengguna komputer terhadap penggunaan
komputer sekaligus rendahnya pengetahuan pengguna mengenai perangkat komputer
itu sendiri menjadi akar permasalahannya. Pemilik perangkat komputer hanya peduli
terhadap tugas pemakaiannya saja, sehingga masalah teknis akan diserahkan pada
seorang teknisi. Padahal tidak semua perbaikan komputer harus didampingi oleh
seorang teknisi untuk membantu menyelesaikan permasalahan teknis. Ketika
komputer mengalami kerusakan pengguna akan mengeluarkan biaya yang tidak
sedikit hanya untuk memperbaiki kerusakan, padahal kerusakan tersebut belum
tentu rumit dan masih memungkinkan untuk diperbaiki sendiri.
Solusi:
Seorang mahasiswa dari
Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura melakukan penelitian tugas akhir untuk
permasalahan diagnosa untuk kerusakan komputer. Dalam penelitian tersebut maka
dirancang suatu sistem yang dapat menghasilkan pengetahuan dan pengalaman
seperti seorang teknisi dalam menangani kerusakan pada komputer. Sistem yang
dibangun berdasarkan dari kasus-kasus kerusakan komputer yang pernah ditangani
oleh teknisi. Data kasus tersebut berupa gejala kerusakan yang dialami oleh
pengguna.
Untuk mendapatkan solusi
yang tepat, maka kasus-kasus permasalahannya harus diidentifikasi. Untuk
mengenali masalah dan mendapatkan solusi yang tepat harus dilakukan pengecekan
kemiripan terhadap permasalahan baru yang dialami pengguna dengan permasalahan
yang terdapat di database. Untuk itu diperlukan metode pencarian yang lebih fleksibel
dengan kemampuan yang dapat mendeskripsikan masalah, mencari
permasalahan/informasi yang mirip didalam database, menggunakan
pertanyaan-pertanyaan agar mendapatkan fokus dua permasalahan yang paling
mirip, dapat memberikan solusi berdasarkan permasalahan yang paling mirip serta
dapat beradaptasi terhadap kasus baru untuk menemukan solusi. Kemampuan
tersebut merupakan ciri ciri dari Case Based Reasoning (CBR).
Sistem dibangun khusus
untuk mendiagnosis kerusakan hardware komputer dengan menggunakan penalaran
berbasis kasus atau disebut dengan Case Base Reasoning (CBR). Penalaran
berbasis kasus ini menggunakan metode jaccard coefficient sebagai metode
penghitungan similaritas. Metode tersebut merupakan satu cara untuk menghitung
similaritas dua objek (items) yang bersifat biner. Perhitungan similaritas
digunakan untuk menghasilkan nilai apakah ada kemiripan atau tidak antara kasus
baru dengan kasus yang telah ada di basis kasus”. Penelusuran yang digunakan
pada penelitian ini adalah dengan cara membandingkan fitur antara fitur kasus
baru dengan fitur kasus yang ada dibasis kasus, kemudian hasil perbandingan
tersebut akan dihitung similaritasnya. Fitur yang digunakan adalah berupa
gejala kerusakan komputer. Perbandingan fitur menggunakan biner yaitu 1 untuk
menyatakan ada gejala dan 0 untuk menyatakan tidak ada gejala.
Hasil keluaran dari
sistem ini adalah bagian kerusakan, jenis kerusakan dan solusi kerusakan yang
mengadopsi pada kasus-kasus sebelumnya. Berdasarkan hasil pengujian validasi
terhadap 30 data kasus, terdapat 8 kasus yang memiliki nilai similaritas kurang
dari 1, dengan demikian tingkat keberhasilan sistem adalah 73.33%.
Referensi:
Annisa. (2017). Diagnosis Kerusakan Komputer Menggunakan
Metode Similarity Jaccard Coefficient. Pontianak: Universitas Tanjungpura.
Supriyanto, A., 2005. Merakit, Mengupgrade dan Mengatasi Masalah
PC. Graha ilmu, Yogyakarta

No comments:
Post a Comment